lazytekno

Menyebarkan Pengetahuan, Sains dan Teknologi.

Friday, May 31, 2019

Sejarah Dan Perkembangan Mobil Listrik

Lazytekno - Mobil listrik pernah menjadi primadona masyarakat. Sayang ia kemudian seperti hilang ditelan jaman. Seperti apa perkembangan mobil yang menggunakan sumber energi listrik ini?

Mobil Listrik Hyundai / lazytekno / evander lazymole
Mobil listrik dari Hyundai Kona Korea Selatan


Dinamika Mobil Listrik

Pada umumnya mobil yang ada menggunakan bensin dan bahan bakar fosil lainnya sebagai sumber tenaga. Namun sebenarnya, jauh sebelum itu, mobil listrik sudah muncul terlebih dahulu. 

Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya.

Mobil listrik pernah mengalami masa kejayaan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang semakin murah.

Tetapi kemudian, krisis energi yang melanda dunia pada tahun 1970-an dan 1980-an sempat membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik, tapi baru pada tahun 2000-an lah para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik listrik.

Hal ini disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan buruknya dampak emisi gas rumah kaca.

Sampai bulan November 2011, model mobil listrik yang tersedia dan dijual di pasaran beberapa negara adalah Tesla Roadster, Nissan Leaf, Smart ED, Wheego Whip LiFe, Mia listrik, REVAi, Renault Fluence Z.E., Buddy, Mitsubishi i MiEV, Tazzari Zero  dan BYD e6. Nissan Leaf, dengan penjualan lebih dari 20.000 unit di seluruh dunia (sampai November 2011), dan Mitsubishi i-MiEV, dengan penjualan global lebih dari 17.000 unit (sampai Oktober 2011), adalah kedua mobil listrik paling laris di dunia.

Sebenarnya mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor. Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya.

Pada akhirnya, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka.

Bagi negara berkembang, harga minyak yang tinggi semakin memberatkan neraca pembayaran mereka, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka.

mengisi daya mobil listrik / lazytekno
Cara isi daya mobil listrik 


Meskipun pada dasarnya mobil listrik memiliki beberapa keuntungan potensial seperti yang telah disebutkan di atas, tapi penggunaan mobil listrik secara meluas memiliki banyak hambatan dan kekurangan.

Fakta membuktikan sampai pada tahun 2011, harga mobil listrik masih jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa dan kendaraan listrik hibrida karena harga baterai ion litium yang mahal.

Meskipun begitu, saat ini harga baterai mulai turun karena mulai diproduksi dalam jumlah besar. Faktor lainnya yang menghambat tumbuhnya penggunaan mobil listrik adalah masih sedikitnya stasiun pengisian untuk mobil listrik, ditambah lagi ketakutan pengendara akan habisnya isi baterai mobil sebelum mereka sampai di tujuan.

Beberapa pemerintah di beberapa negara di dunia telah menerbitkan beberapa insentif dan aturan untuk menanggulangi masalah ini, yang tujuannya untuk meningkatkan penjualan mobil listrik, untuk membiayai pengembangan teknologi mobil listrik sehingga harga baterai dan komponen mobil bisa semakin efisien.

Sejarah Mobil Listrik

Sejarah membuktikan mobil listrik pernah populer pada pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20, ketika listrik masih dipilih sebagai penggerak utama pada kendaraan. Hal ini disebabkan karena mobil listrik menawarkan kenyamanan dan pengoperasian yang mudah yang tidak dapat dicapai oleh kendaraan-kendaraan bermesin bensin saat itu.

Mobil Listrik jaman dulu / lazytekno / evander lazy mole
Roger Wallace dan mobil listriknya


Pada abad ke 18, sudah banyak ilmuwan atau inovator dari Eropa dan Amerika mulai berfokus dengan konsep kendaraan bertenaga baterai dan menciptakan beberapa mobil listrik skala kecil.

Perkembangan teknologi pembakaran dalam yang semakin maju, terutama di starter listriknya, lambat laun mengurangi popularitas mobil listrik.

Ditambah lagi dengan kemampuan mobil bensin dapat menempuh jarak yang lebih jauh, pengisian bensin yang lebih cepat, dan infrastruktur pengisian semakin bertambah, ditambah dengan sistem produksi massal yang diterapkan oleh Ford Motor Company, membuat harga mobil bensin turun drastis sampai setengah harga mobil listrik.

Mobil listrik pun menjadi semakin tenggelam, dan secara total menghilang dari pasaran, terutama di pasaran gemuk seperti Amerika Serikat, pada tahun 1930-an.

Bagaimanapun juga, pada tahun-tahun belakangan ini, semakin banyak orang yang sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh mobil berbahan bakar bensin.

Ditambah harga bensin yang mahal dan terus naik, membuat mobil listrik kembali diminati.

Mobil listrik jauh lebih ramah lingkungan dari mobil bensin, biaya perawatan lebih murah, ditambah teknologi baterai yang semakin maju.

Kekurangannya adalah harga mobil listrik saat ini masih mahal. Mobil listrik saat ini mulai mendapatkan lagi popularitasnya di beberapa negara di dunia setelah sekian lama menghilang dari peradaban.

1890-an sampai 1900-an: Awal sejarah

Mobil modern pertama dibuat oleh Karl Benz pada tahun 1885, namun puluhan tahun sebelumnya konsep mengenai mobil listrik sudah mulai ada.

Sebelum masanya mesin pembakaran dalam, mobil listrik telah memegang banyak rekor kecepatan dan jarak.

Di antara semua rekor ini, salah satu yang paling terkenal adalah pemecahan rekor kecepatan 100 km/h (62 mph) oleh Camille Jenatzy pada tanggal 29 April 1899.

Jenatzy menggunakan kendaraannya yang berbentuk roket Jamais Contente, dengan kecepatan maksimal 105,88 km/h (65,79 mph). Sebelum tahun 1920-an, mobil listrik bersaing ketat dengan mobil berbahan bakar bensin.

Tribelhorn 1908

Dimulai pada tahun 1896 untuk mengatasi masalah infrastruktur pengisian yang kurang, sebuah jasa pelayanan penggantian baterai dimulai oleh perusahaan Hartford Electric Light Company untuk truk listrik.

Pemilik kendaraan membeli kendaraannya dari General Electric Company (GVC) tanpa baterai dan membeli baterainya di Hartford Electric dengan sistem baterai yang dapat diganti-ganti.

Pemilik kendaraan akan dikenai biaya servis bulanan dan biaya perjalanan per milnya untuk biaya perawatan truknya.

Jasa pelayanan ini tersedia pada tahun 1910 sampai 1924 dan menempuh total jarak sekitar 6 juta mil. Pada tahun 1917, sebuah perusahaan di Chicago menjalankan servis pelayanan serupa untuk pemilik mobil Milburn Light Electric yang juga membeli kendaraannya tanpa baterainya.

Pada tahun 1897, mobil listrik mulai dipakai sebagai kendaraan komersial di Amerika Serikat sebagai armada taksi listrik New York City, taksi ini dibuat oleh Electric Carriage dan Wagon Company Philadelphia.

Mobil-mobil listrik di Amerika Serikat diproduksi oleh Anthony Electric, Baker, Columbia, Anderson, Fritchle, Studebaker, Riker, Milburn, dan beberapa perusahaan lainnya di awal abad ke-20.

Meskipun memiliki kecepatan yang rendah, tapi mobil listrik memiliki banyak kelebihan dibandingkan kompetitornya di awal 1900-an.

Mobil listrik tidak menimbulkan getaran, mobil listrik juga tidak mengeluarkan gas buang yang berbau, dan tidak berisik bila dibandingkan dengan mobil bensin.

Selain itu, mobil listrik tidak memerlukan perpindahan gigi, dimana pada mobil bensin hal inilah yang menjadi penghambat besar dalam mengemudikannya.

Mobil listrik pada masa itu juga digunakan oleh orang-orang kaya yang menggunakannya sebagai mobil kota, sehingga keterbatasan jarak bukanlah hambatan besar.

Kelebihan lainnya, mobil listrik juga tidak membutuhkan usaha keras untuk menyalakannya, tidak seperti mobil bensin yang membutuhkan tuas tangan untuk menyalakan mobilnya.

Mobil listrik pada masa itu dianggap sebagai mobil yang cocok untuk pengemudi wanita karena kemudahan dalam mengoperasikannya.

Pada tahun 1911, New York Times menyatakan bahwa mobil listrik adalah kendaraan "ideal" karena lebih bersih, lebih senyap, dan lebih hemat daripada mobil bensin.

1990-an sampai sekarang: Mulai kembali populer

Salah satu penemu terkemuka yang turut andil dalam pengembangan mobil listrik adalah Thomas Alva Edison.

Ia bahkan bekerja sama dengan Henry Ford untuk mengembangkan mobil listrik dengan harga murah pada tahun 1914.

Namun mobil model T buatan Henry T membuat mobil listrik kurang dilirik.

Mobil Model T yang berbahan bakar bensin tersebut banyak diproduksi dan memiliki harga yang terjangkau saat itu.

Pada tahun 1912, harga mobil berbahan bakar bensin sebesar 650 dollar sementara mobil listrik di jual sekitar 1.750 dollar.

Mobil berbahan bakar bensin semakin dimininati ketika di tahun yang sama Charles Kettering memperkenalkan starter listrik pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Pesatnya peningkatan mobil yang berbahan bensin serta pembangunan jalan raya yang menghubungkan berbagai negara bagian di Amerika dan ditemukannya minyak mentah di Texas membuat kendaraan listrik akhirnya berhenti dikembangkan pada tahun 1935.

Selama puluhan tahun ke depan, bahan bakar bensin yang melimpah serta teknologi sistem pembakaran internal pada kendaraan yang terus meningkat membuat teknologi kendaraan listrik memasuki era kegelapan.

Mobil listrik mulai dilirik lagi ketika tahun 1973. Seiring dengan produsen mobil yang mulai mengembangkan kendaraan berbahan bakar alternatif seperti mobil listrik.

Misalnya General Motors membuat prototipe mobil listrik yang kemudian dipamerkan dalam Simposium Lingkungan.

American Motor Company kemudian memproduksi mobil jip listrik yang digunakan oleh kantor pos Amerika serikat pada tahun 1975.

NASA sendiri mengembangkan kendaraan listrik yang mereka gunakan untuk melaju di bulan pada tahun 1971.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1988, General Motors yang dipimpin oleh Roger Smith mulai membangun mobil listrik bekerja sama dengan AeroVironment California.

Hasilnya mobil listrik bernama EV1 namun produksinya baru dimulai tahun 1996 hingga 1999.

Di tahun 1997, Produsen mobil asal Jepang yaitu Toyota memperkenalkan Toyota Prius yang disebut sebagai mobil hybrid yang diproduksi secara massal dan berhasil terjual hingga 18.000 unit kendaraan.

Di tahun itu juga banyak produsen mobil besar mengeluarkan mobil listrik namun tidak dilepas ke pasar.

Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an menimbulkan kembalinya minat masyarakat akan mobil listrik.

Pada awal 1990-an, California Air Resources Board (CARB) mulai menekan para pabrikan otomotif untuk mulai membuat mobil yang efisien dalam baqhan bakar, rendah emisi, dengan tujuan akhirnya adalah membuat kendaraan emisi nol seperti kendaraan listrik.

Sebagai respons, beberapa pabrikan mencoba membuat mobil listrik mereka masing-masing, seperti Chrysler TEVan, truk pikap Ford Ranger EV, GM EV1, pikap S10 EV, hatchback Honda EV Plus, miniwagon Altra EV, dan Toyota RAV4 EV. Mobil-mobil ini akhirnya ditarik peredarannya di pasar Amerika Serikat.

Resesi ekonomi global pada akhir tahun 2000-an membuat banyak produsen otomotif dunia meninggalkan mobil-mobil SUV yang besar dan boros, dan beralih ke mobil-mobil kecil, hibrida, dan mobil listrik.

Pada tahun 2003, General Motor membuat pernyataan tidak lagi memproduksi mobil listrik EV1.

Namun beberapa tahun kemudian, Tesla Motor dibawah kepemimpinan Elon Musk memperkenalkan mobil listrik sport dengan nama Tesla Roadster pada pameran International Auto Show pada bulan november di San Franscisco dengan harga mulai 98.950 dollar.

Sejak saat itu negara-negara di dunia mulai mendukung penggunaan mobil listrik yang ramah lingkung dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Misalnya Israel mulai menyediakan tempat pengisian isi ulang listrik untuk mobil listrik di jalan-jalan kota Tel Aviv menyusul Amerika Serikat.

Pada tahun berikutnya yaitu 2009, Departemen Energi Amerika Serikat memberikan pinjaman senilai 8 milyar dollar kepada Ford, Nissan serta Tesla Motor untuk pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Nissan kemudian memperkenalkan mobil listriknya yang disebut LEAF yang mampu berlari hingga 114 km/jam. Di tahun itu sudah banyak mobil listrik yang beredar di pasaran.

Mobil listrik kemudian mulai pengalami perkembangan pesat menyusul pesatnya peningkatana teknologi dan dukungan pemerintah negara-negara di dunia akan mobil yang ramah lingkungan.

mobil listrik tesla x / evander lazy mole
Tesla X, pioner mobil listrik futuristik


Perusahaan otomotif asal California, Tesla Motors, memulai pengembangan Tesla Roadster pada tahun 2004, dan kemudian diluncurkan ke publik pada tahun 2008. Sampai bulan Januari 2011, Tesla telah berhasil menjual 1.500 unit Roadster di 31 negara.

Mitsubishi i MiEV diluncurkan untuk penggunaan armada di Jepang bulan Juli 2009, dan mulai dijual pada perseorangan pada bulan April 2010. I-Miev mulai dijual di Hong Kong bulan Mei 2010, dan Australia mulai Juli 2010.

Sejarah Dan Perkembangan Mobil Listrik / mitsubishi imiev
Mitsubishi i-Miev yang laris di pasaran


Penjualan Nissan Leaf di Jepang dan Amerika Serikat dimulai pada bulan Desember 2010, meskipun di awal peluncurannya hanya tersedia di beberapa kawasan saja dengan jumlah yang terbatas pula.

Sampai bulan September 2011, mobil-mobil listrik yang dijual di pasaran adalah REVAi, Buddy, Citro├źn C1 ev'ie, Transit Connect Electric, Mercedes-Benz Vito E-Cell, Smart ED, dan Wheego Whip LiFe.

Saat ini, target terpenting dari kendaraan listrik adalah mengatasi masalah di bidang pengembangan, produksi, dan operasinya yang tinggi bila dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam sejenis.

Campur Tangan Pemerintah

Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan dana hibah sebesar US$2,4 miliar untuk pengembangan mobil listrik dan baterai.

Pemerintah RRC mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan dana sebesar US$15 miliar untuk memulai industri mobil listrik di negara kmunis itu.

Selain itu beberapa pemerintah lokal dan nasional di banyak negara telah menerbitkan kredit pajak, subsidi, dan banyak insentif lainnya untuk mengurangi harga mobil listrik dan mobil plug-in

Di Indonesia sendiri, pada tanggal 1 April 2012 pemerintah kucurkan 100 miliar rupiah untuk riset mobil listrik. Lalu pada tanggal 10 Juni 2013 pemerintah tegaskan kendaraan listrik bebas pajak.

Dan kemudian pada tanggal 12 Juni 2013 Zbee dari Swedia resmi membuka pabrik kendaraan listrik dengan nama PT Lundin Industry, yang terletak di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, dan target produksi minimal 100.000 unit per tahun.

Mobil Listrik Di Indonesia

Lalu bagaimana dengan perkembangan mobil listrik di Indonesia. Di Indonesia sendiri, pengembangan mobil listrik sudah di mulai sejak tahun 2012 sejak zaman pemerintahan SBY.

Pada saat itu pengembangannya diprakasai oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan yang memang terkenal menyukai berbagai terobosan yang segar.

Dahlan Iskan kemudian meminta kepada Ricky Elson, seorang anak muda Indonesia yang ahli dibidang motor listrik untuk mengembangkan mobil listrik buatan Indonesia.

Hasil kerjanya menghasilkan mobil listrik bernama Selo yang dipamerkan saat KTT APEC di Bali pada tahun 2013. Selain Selo juga berhasil dibuat mobil Tucuxi.

Kerja keras Ricky Elson membuat ia dianggap sebagap Pelopor Mobil Listrik Nasional.

mobil listrik buatan indonesia
Mobil listrik merk Selo buatan Indonesia


Tetapi kemudian perkembangan ini terasa melambat. Tidak lama setelah itu pengembangan mobil listrik di Indonesia mengalami masalah dan terhenti karena  dituduh merugikan negara selain itu mobil listrik dianggap tidak lolos uji emisi.

Kini pada masa Presiden Joko Widodo pengembangan mobil listrik mulai digalakkan lagi. Kita sungguh berharap Indonesia tidak hanya menjadi penonton saja.

Di kawasan ASEAN, Malaysia sudah mulai fokus pada hal ini. Indonesia dengan SDM yang berkelimpahan seharusnya mampu memberi peran yang signifikan.

Semoga saja di masa depan, anak-anak Indonesia mampu berbicara lebih banyak dalam pengembangan mobil ramah lingkungan ini.



Baca terus artikel menarik lainnya dari Lazy Tekno

3 comments:

  1. Ternyata Mobil listrik sudah ada sejak abad 19, saya kira masih baru. Pada abad 19 aja indonesia masih krisis listrik wkwk

    ReplyDelete
  2. Selain dari pada itu mobil listrik juga elegan ,terimakasih imfonya gan,sangat bermammfaat untuk pengetahuan terutama bagi anak sekolah smk

    ReplyDelete
  3. Untuk saat ini, masih sangat susah ya pengembangan mobil listrik ini. Ngecas yang lama ketimbang ngisi bensin yang cuma beberapa menit, "pom listrik" yang jarang, Bengkel juga masih jarang yg bisa handle mobil ini.
    Yah semoga saja di masa depan, mobil listrik banyak peminatnya

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan baik dan sopan. Semua komentar Anda akan muncul setelah dimoderasi oleh staff kami.

Yang Harus Anda Baca